07
Jun
09

“green plastic”

Plastik yang sering digunakan dewasa ini umumnya berasal dari minyak bumi. Plastik memiliki peran penting dalam kehidupan modern. Plastik banyak digunakan dalam pengemasan barang, peralatan rumah tangga, komponen mobil, pampers bayi, dan berbagai barang sintetis lainnya. Meski banyak barang yang dihasilkan dari pengolahan plastik, tetapi tidak dipungkiri banyak masalah yang timbul dari bahan polimer sintetik tersebut.Gambar. Gelas plastik [http://www.cupltd.com]

Barang-barang sintetik produksi pabrik, terutama dari plastik polimer memperparah ketergantungan terhadap minyak bumi. Pembuangan limbah plastik dapat mengisi lahan sebesar 11 juta ton tiap tahunnya. Plastik merupakan bahan anorganik yang tidak dapat diurai oleh mikroba secara efektif. Timbunan plastik akan terus terdapat dalam suatu lahan hingga bertahun-tahun (bahkan abad). Sebenarnya apa yang dibutuhkan sekarang ini adalah “plastik hijau”, sebuah plastik yang kuat, tipis, ringan, dapat dibentuk dan diwarnai sesuai dengan kebutuhan, namun juga dapat diuraikan secara alami.

 	Gambar. Azotobacter chroococcum [http://www.kib.coir.graphic.root]Hal ini dapat dilakukan dengan mengikutsertakan bakteri. Banyak sel bakteri terutama jenis Gram negatif yang menggunakan poli-β-hidroksibutirat (PHB) sebagai molekul simpanan dan sumber energi seperti cadangan lemak pada tubuh manusia. PHB dan molekul sejenisnya dimanfaatkan menjadi plastik yang dapat berguna. PHB dihasilkan oleh sel bakteri saat melakukan metabolisme jenis gula tertentu yang terjadi secara serempak pada saat sel kekurangan bahan esensial seperti nitrogen, fosfat dan potasium di lingkungan. Bakteri menghadapi lingkungan yang kurang menguntungkan seperti ini dengan mengubah gula menjadi PHB yang akan disimpan sebagai inklusi sel. Para ilmuwan memanen produk ini dengan membelah sel dan memperlakukan sitoplasma secara kimia untuk mengisolasi bahan plastik dan membuang ekdotoksin yang berbahaya.

Proses pemurnian PHB memerlukan banyak peralatan kimia untuk memperoleh plastik. Saat harga minyak dunia turun menjadi <30 juta dolar per barel, artinya biaya pembuatan plastik sistesis akan menjadi lebih murah. Sedangkan jika PHB diproduksi secara masal dengan tergesa-gesa maka para konsumen akan memperoleh produk plastik yang rapuh seperti cangkang telur.

Keuntungan yang dapat diperoleh dari “plastik hijau” dibandingkan dengan palstik sintesis adalah PHB lebih alami dan dapat diuraikan dengan baik. Bakteri dapat menguraikan PHB menjadi CO2 dan air. Efek positif ini akan dapat mengurangi pencemaran lingkungan. Selanjutnya dengan menggantikan ½ penggunaan plastik sintesis berbahan minyak bumi dengan plastik PHB akan banyak mengurangi konsumsi minyak bumi sebesar 230 juta barel per tahun. Produksi plastik organik ini akan dilakukan dalam skala industri untuk menghasilkan produk plastik yang lebih ramah lingkungan.

(Bauman, 2009:76)


0 Responses to ““green plastic””



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




June 2009
S M T W T F S
     
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Blog Stats

  • 266,601 hits

Radio Streaming

Jogjastreamers

SEO pdf

pdf

SEO Google

Google


%d bloggers like this: